Info Sekolah
Senin, 11 Des 2023
  • SMPN 11 Madiun Menumbuhkan Karakter Kuat , Mengukir Generasi Hebat

Kisah Tauladan: Kejujuran Anak Akui Perbuatan Mencuri Mainan

Diterbitkan :

Lingkungan dapat membentuk karakter seseorang jika dibangun sejak kecil. Apa yang telah diajarkan oleh orang tuanya, pasti terbawa hingga ia tumbuh besar. Jika orang tua mengajarkan sesuatu yang baik maka sang anak pasti akan menjadi orang baik di masa depan. dan sebaliknya, anak yang sejak kecil diajarkan keburukan, kejahatan, selalu dipertontonkan perbuatan kasar akan terbawa hingga ia tumbuh dewasa. Ada banyak nilai-nilai yang menghargai yang bisa kita tanamkan pada anak sejak kecil, mulai yang terkecil dahulu seperti ajarkan anak mengucapkan Terima kasih, maaf, tolong dan kasih sayang, peduli dengan sesama, sopan santun, ramah tamah, dan yang lebih pentingnya suatu kejujuran.

Kejujuran menjadi yang utama dan harus ditanamkan dan diajarkan pada anak sejak dini. Ini akan menjadi bekal yang baik di masa depan anak kelak. Seperti kata sebuah pepatah, Kejujuran adalah mata uang yang sesuai di mana pun. Itulah mengapa anak perlu masuk akal untuk jujur ​​sejak dini. Berkaitan dengan kejujuran pada anak, ada sebuah cerita kejujuran anak yang cukup menginspirasi dan layak dijadikan sebagai suatu pelajaran.

Bermula dari seorang Pria yang bekerja sebagai pegawai toko mainan ini sebut saja bang andi merasa terkejut dengan kedatangan sepasangan suami istri bersama anaknya. sepasangan suami istri dan anaknya tersebut datang dan meminta maaf padanya sambil menyerahkan mainan tersebut.

Sang istri atau sang ibu berkata “bang maaf, ini kemarin pas kita lagi belanja anak saya bawa mainan ini dan dimasukan ke tasnya, sekali lagi kami minta maaf bang, ayo adek minta maaf ke abangnya”

Orang tua meminta maaf atas perbuatan anaknya yang diam-diam memasukkan mainan ke tasnya, sang anak kemudian meminta maaf pada bang andi yang bekerja di toko. Tidak heran, bang andipun mengecek stok mainan di komputer, dan benar ternyata mainan tersebut kurang 4 pcs.

“Gpp abang maafkan, jgn diulangin yaa nak ujarnya bang andi yang bekerja di toko.

Setelah diberi maaf, tak disangka anak tersebut langsung menangis dan meminta maaf karena mainan tersebut telah dicurinya. Ia sedikit bercerita bahwa saat di rumah, ia tidak diberikan mainan yang ia inginkan oleh kedua orang tuanya sebab nilai ujianya selalu buruk. Orang tua anak tersebut pun mengatakan bahwa anak itu harus diberikan pelajaran biar kapok dan tidak mengulangiinya lagi.

“Saya mau banget ini bang, mama mau beliin satu set tapi selalu nunggu nilai ulangan keluar, lama. Ungkap sang anak tersebut.

Mendengar hal ini, bang andi kemudian menyuruh anak tersebut untuk menata bis tayo yang ada di rak sesuai warnanya. Setelah anak tersebut berhasil melakukannya, ia terlihat sangat girang. Ia bahkan sampai menerapkan dan meminta maaf lagi pada bang andi.

“Aku tetep boleh maen dan belanja disini kan bang, jangan diusir ungkap sang anak lagi

Mendengar perkataan ini, bang andi bersama orang tuanya langsung tertawa. Bang andi menceritakan bahwa sebenarnya orang tua anak ini ingin membayar barang yang dicuri anak tersebut sebanyak 10 kali lipat. Hal ini karena peraturan di mall yang menerapkan aturan untuk membayar 10 sampai 20 kali lipat dari harga barang yang dicuri. Namun, bang andi menolak dan mengatakan bahwa stock nya masih lengkap dan bang andi bangga kepada anak tersebut telah mengakui kesalahannya serta meminta maaf padanya.

Dari kisah ini kita bisa memetik suatu pelajaran bahwa kejujuran ialah hal yang utama dan sangat penting untuk diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Meskipun sang anak sampai nangis untuk mengakui kesalahannya, namun dari hal kecil inilah anak-anak bisa selalu jujur. Kejujuran yang berguna pada anak sejak dini, pasti akan berguna untuk kehidupannya di masa depan kelak.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

admin

Tulisan Lainnya