Info Sekolah
Kamis, 23 Sep 2021
  • SMPN 11 Madiun Menumbuhkan Karakter Kuat , Mengukir Generasi Hebat

TATA KELOLA SAMPAH SMP NEGERI 11 MADIUN MAMPU HANTARKAN JUARA 1 KEBERSIHAN TINGKAT KOTA MADIUN TAHUN 2019

Diterbitkan : - Kategori : Berita Pendidikan / Berita Umum

Menengok 5 cara kreatif pengelolaan sampah di SMP Negeri 11 Madiun

 

Di mata inovator SMP Negeri 11 Madiun, kini sampah tak sekedar sebagai barang tak berguna. Berbagai konsep tata kelola sampah justru semakin berkembang guna menjawab tantangan sampah. SMP Negeri 11 Madiun terus berinovasi mewujudkan pengelolaan yang efisien. Yuk, simak ulasan berikut untuk mengetahui tata kelola sampah di SMP Negeri 11 Madiun

  1. Klasifikasi/ pemilahan sampah

Di SMP Negeri 11 Madiun, sampah diklasifikasikan menjadi 4 jenis berdasarkan komponen penyusunnya. Sampah an organik dibedakan menjadi 3 yaitu klasifikasi yaitu yakni sampah botol plastik layak jual, sampah tidak layak jual, sampah kertas yang masing-masing ditempatkan di tempat sampah warna putih, orange dan kuning. Sedangkan sampah organik ditempatkan di tempat sampah warna hijau. Warga sekolah harus memilah sampah secara mandiri kemudian menempatkannya pada tempat sampah yang tepat.

  1. Sistem Bank Sampah

Sampah yang sudah terpilah dari sumber sampah selanjutnya dibawa ke Bank Sampah untuk dikelola. Para nasabah dibekali dengan buku rekening sampah. Metode yang akan dilakukan dengan menertibkan administrasi kelembagaan bank sampah untuk skala kecil per kelas dan juga ruangan lain di sekolah. Dengan demikian, sampah dapat menjadi nilai ekonomis bagi nasabah. Sampah organik dikelola menjadi kompos yang digunakan sebagai pupuk tanaman di sekolah.

  1. Santuni yatim dan dhuafa dari hasil Bank Sampah

Satu nilai tambah (added value) dari tata kelola sampah di SMP Negeri 11 Madiun adalah menciptakan korelasi antara sampah dengan sisi kemanusiaan. Keberkahan atau baiknya dampak tata kelola sampah langsung dapat dirasakan oleh para yatim dan dhuafa siswa SMP Negeri 11 Madiun. Karena sebagian hasil ekonomis dari bank sampah disisihkan untuk yatim dhuafa. Sekolah mengetuk hati semua warganya, memanggil-manggil untuk peduli kepada saudaranya yang membutuhkan, dengan cara yang sederhana yaitu memilah sampah dan mengelolanya di bank sampah.

 

  1. Pacu Prestasi melalui Sampah

Berkat peran aktif dan partisipasi seluruh warga sekolah dalam kepedulian mengelola sampah, SMP Negeri 11 Madiun percaya diri melenggang dalam lomba-lomba yang berkaitan dengan lingkungan. Sekolah mengedukasi seluruh siswa dari berbagai status sosial dan pendidikan untuk selalu peduli terhadap sampah, selaras dengan slogan Ikechukwu Izuakor”Kerapian dan kebersihan bukanlah fungsi dari seberapa kaya atau miskinmu, tetapi mentalitas dan prinsip.”Dan hal itu terwujud dengan keberhasilan SMP Negeri 11 Madiun meraih juara 1 Lomba Kebersihan Tingkat Kota Madiun Tahun 2019.

  1. Pembelajaran literasi berbasis sampah

Dalam pembelajaranpun, siswa diperkaya dengan kegiatan literasi, terutama literasi berbasis sampah. Hal ini untuk memperdalam konsep, menguatkan motivasi dan menghasilkan karya dari sampah/ limbah. Sebagai dampaknya sekolah menjadi bersih, asri serta nyaman sebagai lingkungan belajar. Dalam hal penglolaan limbah, siswa SMP Negeri 11 Madiun menghasilkan karya pengeloaan urin menjadi sumber energi listrik. Kegiatan ini bekerjasama dengan Politeknik Negeri Kota Madiun.

Nah, konsep tata kelola sampah yang menginspirasi bukan? Kini, anda bisa memulainya dengan cara sederhana, yakni pilah sampahmu. Mari mulai bijak kelola sampah. Tak ada kata terlambat untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar